Jika aku bisa meraih dan menggenggam bintang setiap kali kau membuatku tersenyum, maka seluruh langit malam akan berada di telapak tanganku.
- PENULIS TAK DIKENAL -
Ada hal-hal tertentu yang terjadi di dalam hidup kita yang akan selamanya terukir di kenangan, dan kita bisa mengingatnya dengan sangat jelas seakan-akan itu baru terjadi kemarin. 29 Mei 2009 adalah tanggal yang terus kuputar dibenak karena itu adalah hari saat kami diberitahu bahwa keponakan terkasih kami, Cassy, menderita penyakit tahap akhir dan sisa hidupnya bersama kami sudah terbatas.
"Paling bagus tiga bulan," kata mereka, dan mereka akan berusaha "membuatnya nyaman" dan "bebas nyeri". Aku ingat aku memandang saudariku, Cathy, dan memperhatikan wajahnya saat berita yang menyedihkan itu mengendap dan perjalanan empat belas bulan kami tiba-tiba membelok ke arah yang tidak diinginkan.
Cassy didiagnosa menderita Ewing Sarcoma, sebentuk kanker tulang, saat dia berusia sebelas tahun dan dia menghadapi setiap pembedahan, pengobatan, dan prosedur medis dengan angggun, berani, dan sikap positif menyentuh semua orang yang mengenalnya. Roller coaster yang ditumpangi keluarga kami pada masa itu penuh dengan tanjakan dan turunan yang mengocok emosi kami dengan cara yang sulit digambarkan. Ada banyak pelajaran yang didapat saat kami mencoba menghadapi berbagai kunjungan ke dokter dan rawat inap di rumah sakit, sambil berusaha mempertahankan sejumput kenormalan di dalam hidup kami. Cassy dan keluarga kami bekerja sangat keras untuk menjauhkan monster ini, dan tidak ada orang yang bisa mengingkari keteguhan dan pengabdian kami kepada perjuangan ini.
Ketika kami dihadapkan pada tugas yang berat untuk menyampaikan berita yang menyedihkan itu kepada Cassy, kami duduk sebagai keluarga dan menjelaskan kepadanya bahwa pengobatan sedang dihentikan, dan kami berfokus pada membantu memenuhi semua keinginannya selama beberapa bulan mendatang.
Sekali lagi, kami dibuat takjub oleh sikap positif Cassy dan penerimaannya akan nasibnya yang tidak adil. Dia membuat "daftar" hal-hal yang ingin dilakukannya dan tempat-tempat yang ingin dikunjunginya dan keluarga kami berusaha keras memenuhi semua keinginannya.
Permintaannya begitu khas remaja sehingga membuat kami tersenyum ketika membacanya. Daftarnya adalah hal-hal yang disepelekan orang, tetapi sangat penting bagi Cassy.
Dia ingin bersekolah di SMA untuk satu hari, menato badan, menindik pusarnya, belajar mengemudi, melakukan perjalanan bersama keluarga, pergi ke pesta kelulusan kelas delapan (meskipun dia masih kelas tujuh), perdi ke Prince Edward Island, dan merayakan pesta ulang tahun yang ketiga belas dengan tema Hawaian. Selama enam minggu berikutnya, Cassy melakukan sebagian besar dari daftarnya... .dan kami mempunyai banyak foto dari bab terakhir hidupnya. Itu adalah saat yang sangat istimewa bagi kami semua, dan kami bersyukur untuk kenangan ini.
Cassy berulang tahun ketiga belas pada 8 Juli 2009 dan aku ingat aku mengalami kesulitan untuk memilih kado ulang tahunnya dan bertanya-tanya... .apa yang harus kuhadiahkan untuk seorang gadis belia yang tidak akan lama lagi berada bersama kami? Aku memutuskan untuk "menamai bintang" dengan nama Cassy dan membawa dokumennya ke rumah sakit pada hari ulang tahunnya. Cassy senang sekali membayangkan sebuah bintang khusus dinamai dengan namanya. Dia terus bertanya tentang dimana letaknya bintang ini dan bagaimana kita bisa menemukannya. Dia terhibur mengetahui bahwa kami akan memiliki koneksi yang berkelanjutan dengannya, dan kami sendiri menemukan kedamaian dalam memiliki simbol khusus dari malaikat terkasih kami.
Ketika keadaan Cassy memburuk empat hari kemudian, keluarga pergi ke rumah sakit di tengah malam untuk melakukan doa malaam baginya saat dia beralih dari dunia ini ke dunia berikutnya. Malam itu pikiran-pikiranku kembali ke malam saat dia dilahirkan tiga belas tahun sebelumnya dan aku dipanggil ke rumah sakit untuk membantu membimbing saudariku melalui kelahiran. Akulah orang pertama yang menggendongnya ketika dia memasuki dunia ini, dan sekarang aku memperhatikan dia menghembuskan napas terakhirnya.
Memang sulit melihat kembali perjalanan Cassy dan berpikir bahwa ada sesuatu yang positif di dalamnya, tetapi selain kepedihan dan air mata, jelas ada beberapa pelajaran hidup yang telah dipelajari. Keluarga kami telah mengenal nilai sesungguhnya dari persahabatan, dukungan, komunitas, dan cinta dari keluarga. Kami belajar tidak menyepelekan hal-hal kecil, dan mungkin kami harus sedikit lebih spontan. Kami belajar bahwa kita dapat memengaruhi orang dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati mereka, bhakan jika kita hanya ada di sini untuk waktu yang singkat, dan bahwa kenangan memberi kita kekuatan yang berkelanjutan untuk terus melangkah meski kita merasa tidak ingin melangkah.
Sekarang ini kami masih terus belajar menghadapi kehilangan Cassy kami yang sangat berharga, tetapi kami tahu semangatnya kuat dan kehadirannya dirasakan setiap hari melalui pesan-pesan samar yang dia kirim kepada kami. Kami memandang ke langit dan tersenyum ketika kami melihat bintang berkelap-kelip yang telah menjadi simbol iman dan harapan kami.
Dia telah dan akan selalu menjadi "bintang kami yang bersinar di tengah kegelapan."
Sumber: Chicken Soup for the Soul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar