Hari yang mendung tidaklah cocok untuk sifat periang.
- WILLIAM ARTHUR WARD -
Semua orang yang mengenalku dengan baik pasti menyebutku sebagai orang yang optimis. Aku percaya bahwa kita harus merangkul harapan dan menemukan sesuatu yang positif bahkan di dalam situasi yang tersulit sekalipun. Optimismeku tumbuh dari iman yang kuat dan pribadi pada Tuhan yang penuh kasih, yang menurutku sangat berminat pada rincian pribadi dari hidup kita dan bukan hanya pada hal-hal yang besar. Aku juga percaya bahwa segala sesuatu terjadi untuk alasan tertentu dan jika kita tetap membuka hati dan pikiran, sering kali Tuhan kita yang tidak kasat mata itu menjadi kasat mata, kadang-kadang dengan cara yang sangat jenaka!!
Setelah mengatakan itu, aku harus jujur mengatakan bahwa orang optimis pun kadang-kadang kehilangan harapan. Inilah yang terjadi padaku suatu hari yang dingin dan mendung di bulan Januari. Aku merasa sangat terbebani oleh tantangan yang menyakitkan yang sedang kuhadapi di dalam kehidupan pribadiku. Pergolakan pernikahan, kesehatan, dan keuangan telah bersekutu untuk menciptakan badai emosi yang mengancam akan menghancurkan semangatku. Aku merasa marah, frustasi, terbebani, dan menjauh dari Tuhan. Saat cuaca seolah-olah mencerminkan perasaan hatiku
Di sekitar tengah hari, aku meninggalkan kantor untuk makan siang. Dengan masih merasa pesimis dan negatif, aku melihat matahari telah muncul sesaat. Aku mulai memikirkan sikap negatifku dan mengingat diri bahwa aku bertannggung jawab untuk situasi pikiranku sendiri. Meski tidak bisa mengabaikan kepedihan yang sedang kualami, aku bisa memilih berkubang di dalam negativitas atau aku bisa memilih untuk menggeser pikiran ke fokus yang lebih positif. Jadi, aku menggenggam gagang setir kuat-kuat dan berdoa dengan jujur dan sepenuh hati, "Tuhan," jeritku, dan air mata sudah mulai menggenang, "Di manakah Engkau? Aku tidak ingin merasa seperti ini tetapi hari ini aku merasa sangat sedih dan putus asa. Tolong angkat aku dari tempat yang gelap dan murung ini!"
Saat berhenti di lampu merah, aku memandang mobil yang berada di depanku. Plat nomornya menarik perhatianku
Jadi, aku membaca kedua plat nomor ini keras-keras, "SUNZOUT, GROUCH." Dan ini membuatku tertawa terbahak-bahak!! Melihat dua plat nomor yang saling berlawanan pada saat yang bersamaan ini menguatkan kesadaran sebelumnya tentang kemampuanku untuk memilih cara pandangku terlepas dari situasi yang ada. Aku merasa semangat dan suasana hatik terangkat ketika aku membuat keputusan yang disadari untuk memilih sikap yang positif.
Aku kembali ke kantor dan menceritakan kisahku kepada beberapa rekan kerja yang merespons dengan tawa yang hangat pada apa yang kusebut sebagai "pesan dari yang di atas". Hari itu aku belajar bahwa ketika kita merasa tidak mampu mengeluarkan diri dari suasana hati dan pikiran yang negatif, peredaannya hanya sejauh doa!!
Sumber : Chicken Soup for the Soul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar